Lifestyle

Berikut Gejala Diare Pada Bayi yang Perlu Dikenali

Diare merupakan gangguan kesehatan yang biasanya tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan segera. Tetapi hal tersebut berbeda ketika diare dialami oleh bayi yang mempunyai imun tubuh yang belum kuat.

 

Sehingga apabila mengalami diare selain dapat membuat rasa tidak nyaman juga dapat berbahaya apabila tidak ditangani dengan segera utamanya ketika terjadi kondisi dehidrasi berat. Oleh karena itulah orang tua perlu untuk mengenali gejala diare pada bayi sehingga bisa segera mengatasinya dengan tepat, antara lain:

 

1. Buang air besar lebih banyak

Gejala pertama yang dapat diketahui adalah ketika bayi buang air besar lebih banyak dibandingkan biasanya. Menurut Seattle’s Children Hospital, ketika bayi mempunyai frekuensi BAB lebih dari 6-8 kali sehari maka hal tersebut menunjukan bahwa kondisinya sedang tidak normal atau mengalami diare.

 

Untuk bayi yang mengkonsumsi ASI mempunyai frekuensi BAB normal 6 kali sehari, sedangkan untuk bayi yang minum susu formula buang besarnya hingga 8 kali sehari pada minggu pertama.

 

Untuk bayi yang sudah berusia di atas 2 bulan akan BAB hingga 3 kali sehari, sedangkan bayi yang diberikan susu formula buang air besar 1-2 kali sehari. Sehingga apabila bayi Kamu mempunyai frekuensi lebih dari biasanya bisa menunjukkan bayi sedang mengalami diare.

 

2. Feses cair dan berbau busuk

Seperti ketika diare pada umumnya, ciri selanjutnya yang bisa menunjukkan bahwa bayi mengalami diare adalah ketika mempunyai feses yang cair dan juga berbau busuk. Orang tua bisa mengenali dan memperhatikan tampilan feses yang dipunyai oleh bayinya. Biasanya untuk bayi dengan ASI mempunyai tampilan feses lunak dan warna kekuningan.

 

Sedangkan untuk feses bayi yang minum susu formula mempunyai feses bentuk padat dan warna kecoklatan. Akan tetapi apabila feses bayi baik dari teksturnya, warna, hingga aromanya berubah drastis maka menunjukkan bayi sedang diare.

 

3. Demam

Demam merupakan salah satu langkah tubuh untuk melawan virus yang masuk. Sehingga apabila mengalami diare yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan juga parasit maka tubuh bayi bisa mengalami demam. Diare yang terjadi pada bayi biasanya karena mainan kotor yang masuk ke mulut ataupun tangan yang dimasukkan ke mulut.

 

Sehingga hal tersebut akan mudah membawa kuman penyakit dan bisa menyebabkan anak mengalami diare yang ditandai dengan demam. Segera berikan obat demam anak dan segera bawa ke dokter apabila demam anak sudah lebih dari 38,9 hingga 40 Celcius.

 

4. Perut bayi berbunyi nyaring

Gejala diare pada bayi juga bisa ditandai dari perut bayi yang mempunyai bunyi nyaring. Sehingga Kamu bisa mengetuk-ngetuk perut bayi secara pelan untuk mengetahui bunyinya. Pada bayi normal akan mempunyai bunyi gemuruh yang dikeluarkan.

Sedangkan suara perut yang tidak teratur dan kencang serta bunyi nyaring menandakan bahwa bayi sedang diare karena usus bayi mengalami infeksi. Hal ini juga menjadi tanda bayi mengalami gejala lainnya seperti perut kembung, mual, hingga muntah.

 

5. Rewel

Orang tua harus mengetahui penyebab bayi mengapa mengalami rewel. Dimana yang paling umum adalah karena bayi sedang lapar. Akan tetapi rewel bayi juga bisa terjadi karena mengalami perut yang tidak nyaman dan sedang diare.

 

Bayi yang rewel atau menangis bisa menjadi tanda sedang mengalami kesakitan karena tidak kuat menahan gejala saat diare yang membuat perut tidak nyaman, perut kembung, lemas, dan juga membuatnya tidak bertenaga.

 

Sumber:

 

Diarepedia.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.